Woyooo_Selamat Datang Brada 'n Sista Di Blog Willy Archipelago_Willy-Archipelago.Blogspot.com_Semoga Bermanfaat Untuk Anda_Salam Bahari

Minggu, 18 November 2012

ANALISIS DAMPAK PENINGKATAN STATUS PELABUHAN DARI TIPE C (PPP) KE TIPE B (PPS) TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN NELAYAN (Studi Kasus di Pelabuhan Perikanan Karangantu, Banten)


ANALISIS DAMPAK PENINGKATAN STATUS PELABUHAN DARI TIPE C (PPP) KE TIPE B (PPS) TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN NELAYAN
(Studi Kasus di Pelabuhan Perikanan Karangantu, Banten)





Skripsi
Diajukan Sebagai Bagian Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana S-1 Perikanan pada
Bidang Kajian Penangkapan Ikan



Brilyan Hidayat Purnomo
4443091064




 















JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012






KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpah rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Dampak Peningkatan Status Pelabuhan Dari Tipe C (PPP) Ke Tipe B (PPS) Terhadap Pendapatan Nelayan (Studi Kasus di Pelabuhan Perikanan Karangantu, Banten)”.
            Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam kepada :
1.      Bapak H. Suherna ,SP.,Msi selaku Dekan Fakultas Pertanian.
2.      Bapak Dr. Mustahal selaku Ketua Jurusan Perikanan.
3.      Bapak Adi Susanto selaku dosen pembimbing yang dengan sabar dan ikhlas memberikan bimbingan, pengarahan serta dorongan moril sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
4.      Ayah, Ibu, kakak dan adik yang telah memberikan do’a dan dukungannya.
5.      Teman-teman di Fakultas Pertanian pada umumnya dan di Jurusan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada khususnya atas saran dan motivasi yang telah diberikan.
6.      Teman-teman seangkatan yang mengambil Bidang Kajian Perikanan Penangkapan Ikan , atas saran, dukungan serta kerjasamanya selama kuliah dan penelitian serta semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut membantu dalam proses penelitian ini.
           
            Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya, Amin Ya Rabbal Alamin

                                                                        Serang, 10 November 2012

                                                                                        Penulis

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN........................................................................... 1
     1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1
     1.2 Perumusan Masalah............................................................................. 1
     1.3 Tujuan Penelitian................................................................................. 2
     1.4 Manfaat Penelitian............................................................................... 3
     1.5 Hipotesis Penelitian............................................................................. 3
     1.6 Kebaruan / Novelty............................................................................. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................ 4
     2.1 Pelabuhan Perikanan............................................................................ 4
     2.2 Pengembangan Pelabuhan................................................................... 6
BAB III METODOLOGI............................................................................ 8
     3.1 Waktu dan Tempat.............................................................................. 8
     3.2 Metode Penelitian................................................................................ 8
     3.3 Metode Pengumpulan Data................................................................. 8
     3.4 Metode Analisis Data.......................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 10




I.                   PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
            Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan    panjang garis pantai lebih dari 81.000 km serta lebih dari 17.508 pulau dan  luas laut sekitar 3,1 juta Km² sehingga wilayah pesisir dan lautan  Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan dan keanekaragaman  hayati (biodiversity) laut terbesar di dunia dengan memiliki ekosistem  pesisir seperti mangrove, terumbu karang (coral reefs) dan padang lamun (sea grass beds).
            Dengan adanya potensi sumberdaya alam yang melimpah dan menakjubkan yang dimiliki Indonesia sudah semestinya didukung dengan system pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam terutama dalam pemanfaatan dan pengeloaan sumberdaya alam laut yang sesuai dan santun guna membangun perekonomian yang mandiri.
            Hal tersebut didukung dari factor geografis Indonesia yang merupakan Negara kepulauan terbesar dan memiliki luas laut sekitar 3,1 juta Km² sehingga diharapkan dengan system pengelolaan dan manajemen  yang baik serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai dapat membantu taraf ekonomi masyarakat bangsa Indonesia, terutama yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam laut (nelayan, pembudidaya ikan laut, petani rumput laut, penyedia jasa transfortasi, dsb).

1.2              Perumusan Masalah
            Salah satu aktivitas utama di wilayah pesisir adalah aktivitas pelabuhan sebagai sarana pendukung transportasi dan aktivitas lainnya. Secara prinsip hubungan kegiatan pembangunan oleh manusia di laut tidak dapat dipisahkan dengan daerah pesisir bahkan di darat seluruhnya. Pada dasarnya laut sebagai area eksploitasi dan di darat terjadi proses nilai tambahnya. Dalam konteks ekonomi keruangan antara laut dan pantai bahkan kota-kota pantai secara ekonomi menyatu, bahkan bagi sektor pelabuhan akan tergantung tidak hanya kepada wilayah atau ruang kelautan sebagai wahana transportasi saja, namun tergantung pula dengan sistem kota-kota dan region yang mendukungnya, karena fungsi pelabuhan tergantung kepada produk-produk yang akan diekspor dan diimport maupun manusia yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju suatu wilayah.
            Pada dasarnya pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan yang telah dilakukan, dalam hal ini membahas pengembangan pelabuhan Karangatu – Provinsi Banten merupakan salah satu tindak lanjut dalam pemanfaatan wilayah pesisir dan merupakan hasil dari pembahasan pengembangan pelabuhan perikanan Nusantara Karangantu antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI Syariep Cicip Sutardjo dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di kantor KKP RI. Tujuan dengan peningkatan status pelabuhan tersebut nantinya akan berperan sebagai pusat pengembangan usaha perikanan dan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan.
            Seyogyanya dalam setiap pembangunan terutama dalam hal ini pengembangan pelabuhan perikanan dapat memberikan manfaat atau dampak positif terhadap kelangsungan social ekonomi (peningkatan pendapatan) dan lingkungan pesisir, dimana lingkungan pesisir ini nantinya akan jadi korban demi menunjang pertumbuhan ekonomi tersebut. Pasalnya, setelah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Karangantu ditingkatkan statusnya menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara hingga saat ini infrastruktur dan prasarana serta sarana penunjang pelabuhan tersebut belum tercapai. Sampai saat ini penelitian tentang bagaimana dampak pembangunan terutama pengembangan Pelabuhan Perikanan Karangantu terhadap kondisi social ekonomi masyarakat sekitar dan dampak kerusakan lingkungan yang terjadi.

1.3              Tujuan Penelitian
            Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis dampak dilakukannya pembangunan pengembangan pelabuhan perikanan pantai Karangantu, Serang terhadap perubahan social ekonomi (pendapatan) dan kerusakan lingkungan yang terjadi, sehingga akan diketahui kelompok masyarakat yang utama yang mendapatkan manfaat dari adanya pembangunan pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai di Karangantu – Serang menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara.


1.4              Manfaat Penelitian
            Manfaat utama yang didapat dari penelitian tentang Analisis Dampak Penigkatan Status Pelabuhan Dari Tipe C (PPP) ke Tipe B (PPN) Terhadap Perubahan Lingkungan dan Pendapatan Nelayan (studi kasus di Pelabuhan Karangantu, Banten) untuk mengetahui studi kelayakan pembangunan tersebut dengan didukung dari manfaat perubahan social ekonomi (pendapatan) dan kerusakan lingkungan yang terjadi, sehingga apakah ada kelompok masyarakat yang utama yang mendapat keuntungan.

1.5              Hipotesis Penelitian
            Hipotesis utama penelitian ini adalah bahwa dengan adanya pengembangan PPP menjadi PPN Karangantu telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Pelabuhan Karangantu. Diduga dengan adanya pengembangan PPP Karangantu akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir dan lingkungan perairan Karangantu.

1.6              Kebaruan / Novelty
            Kebaruan dari penelitian ini adalah membuat model pengelolaan pelabuhan perikanan yang tepat guna sehingga diharapkan dalam pengembengannya dapat dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien secara menyeluruh.










II.                TINJAUAN PUSTAKA

2.1              Pelabuhan Perikanan
            Pelabuhan perikanan merupakan kawasan pengembangan industri  perikanan, karena pembangunan pelabuhan perikanan di suatu daerah atau wilayah merupakan embrio pembangunan perekonomian. Keberadaan pelabuhan perikanan dalam arti fisik, seperti kapasitas pelabuhan harus mampu mendorong kegiatan ekonomi lainnya sehingga pelabuhan perikanan menjadi suatu kawasan pengembangan industri perikanan (Yusuf et al., 2005).
            Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia NOMOR PER.50/MEN/2011 pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya (termasuk di perairan umum  daratan) dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan  kegiatan sistem bisnis perikanan yang dipergunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan yang memiliki fungsi:
a. Pelayanan sandar dan labuh kapal perikanan dan kapal pengawas pengawas                    perikanan;
b. Pelayanan bongkar muat;
c. Pelaksanaan pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan;
d. Pemasaran dan distribusi ikan;
e. Pengumpulan data tangkapan dan hasil perikanan;
f. Pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan masyarakat perikanan;
g. Pelaksanaan kegiatan operasional kapal perikanan;
h. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian sumberdaya ikan;
i. Pelaksanaan kesyahbandaran;
j. Pelaksanaan fungsi karantina ikan;
k. Publikasi hasil riset kelautan dan perikanan;
l. Pemantauan wilayah pesisir dan wisata bahari atau pemantauan wilayah darat     dan wisata perairan darat untuk PUD;
m. Pengendalian lingkungan (kebersihan, keamanan dan ketertiban/k3; kebakaran;             dan pencemaran);
 n. Adapun pelabuhan perikanan diklasifikasikan kedalam 4 (empat) klas, yaitu:
1)  Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS);
2)  Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN);
3)  Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP);
4)  Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).
            Didalam pelaksanaan fungsi dan peranannya, pelabuhan perikanan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Kapasitas dan jenis fasilitas yang ada di suatu pelabuhan perikanan umunnya akan menentukan skala atau tipe dari suatu pelabuhan dan akan berkaitan pula dengan skala produksi ikannya. Menurut Direktorat Jenderal Perikanan (1994), ada beberapa kegiatan perikanan yang sangat bergantung kepada fasilitas dan pelayanan pelabuhan perikanan, kegiatan tersebut secara terperinci adalah :
1) Produksi : bahwa pelabuhan perikanan sebagai tempat para nelayan untuk melakukan kegiatan-kegiatan produksinya, mulai dari memenuhi kebutuhan perbekalan untuk menangkap ikan di laut sampai membongkar hasil tangkapannya.
2) Pengolahan : bahwa pelabuhan perikanan menyediakan sarana-sarana yang dibutuhkan untuk mengolah hasil tangkapannya.
3) Pemasaran : bahwa pelabuhan perikanan pusat pengumpulan dan tempat awal pemasaran hasil tangkapannya.
            Peran pelabuhan perikanan adalah sebagai simpul  moda transportasi perikanan tangkap dalam menunjang dan menggerakkan perekonomian utamanya sebagai gerbang dari suatu wilayah yang merupakan tempat embarkasi dan debarkasi bagi komoditi hasil laut laut. Pelabuhan perikanan juga merupakan prasarana yang dapat mendukung dalam meningkatkan pendapatan nelayan dan sekaligus mendorong investasi di bidang perikanan. Fungsi pelabuhan perikanan adalah sebagai pusat pengembangan masyarakat nelayan, tempat berlabuh kapal kapal perikanan, tempat pendaratan ikan hasil tangkapan, tempat untuk memperlancar kegiatan kapal-kapal perikanan, pusat pemasaran dan distribusi ikan hasil tangkapan, dan tempat pelaksanaan penyuluhan.           Pelabuhan perikanan sangat diperlukan untuk menunjang aktifitas perikanan dalam kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan yang mencakup kegiatan pra produksi, produki, pengolahan, pemasaran dan pengawasan. Sasaran utama pembangunan pelabuhan perikanan adalah meningkatkan taraf hidup nelayan, dan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat perikanan. Sasaran tersebut menuntut peningkatan produksi dan produktivitas dari setiap jenis usaha perikanan. Menurut Lubis et al. 2005, “Kontribusi setiap jenis usaha perikanan tersebut dapat dibuktikan oleh kuatnya upaya peningkatan nilai tambah produk perikanan laut di pasar dunia dan upaya pemerintah Indonesia untuk mengingkatkan ekspor ke negara-negara maju dalam rangka memperoleh devisa yang lebih besar dan semakin meningkatnya kebutuhan pangan (protein hewani) di pasar nasional”. Di sektor perikanan laut, peningkatan tersebut dilaksanakan melalui motorisasi atau modernisasi perahu layar dan kapal perikanan, penggunaan alat tangkap yang lebih produktif serta perluasan daerah penangkapan (fishing ground) yang mengarah kepada pemanfaatan kawasan nusantara dan zona ekonomi ekslusif (ZEE).
2.2              Pengembangan Pelabuhan
            Pengembangan suatu pelabuhan perikanan harus direncanakan sesuai dengan pola pengembangan yang telah ditentukan. Menurut Lubis (2002), pola pengembangan suatu pelabuhan perikanan adalah acuan awal mengembangkan suatu pelabuhan perikanan. Pola pengembangan pelabuhan perikanan diperlukan agar pembangunan dan operasionalnya sesuai dengan fungsi dan tujuan pengembangannya. Penyusunan pola pengembangan pelabuhan harus ada didalam triptyque portuaire untuk pelabuhan perikanan, yakni ketrkaitan antara aspek wilayah prodeksi (foreland), wilayah distribusi (hinterland) dan aspek pelabuhan perikanan (fishing port) agar fungsi dan tujuannya bias dicapai.
            Pembangunan pelabuhan perikanan dimaksudkan untuk menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat nel ayan, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Untuk itu pengembangan pelabuhan perikanan harus didasarkan pada : a) adanya ketersediaan sumber daya ikan secara berkesinambungan; b) hasil tangkapan yang didaratkan haruslah memiliki nilai ekonomi tinggi dan industri pengolahan yang memberikan nilai tambah besar; c) keterlibatan masyarakat dalam prose perencanaan dan pemanfaatannya, sehingga memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi masyarakat; d)   keterkaitan antar sektor di mana keberadaan PP/PP memberikan multiplier effect  sehingga dapat mengembangkan ekonomi wilayah. 




























III.             METODOLOGI

3.1              Waktu dan Tempat
            Waktu penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan penelitian hingga tabulasi dan analisis data dilakukan dalam periode waktu bulan Januari hingga Maret 2012.  Lokasi penelitian bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, area pemukiman nelayan yang berada disekitar pelabuhan tersebut serta wilayah pesisir pelabuhan.

3.2              Metode Penelitian
            Penelitian ini bersifat studi kasus yang dilakukan pada masyarakat di sekitar area Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu – Serang. Penelitian ini untuk mempelajari dampak pembangunan pengembangan pelabuhan perikanan terhadap kondisi perubahan lingkungan dan social ekonomi masyarakat dengan tolak ukur tingkat keberlangsungan mata pencaharian, kesehatan serta tingkat pendapatan masyarakat sebagai responden sebelum dan setelah adanya peningkatan status pelabuhan yang diikuti dengan meningkatnya sarana dan prasarana. Sebagai studi kasus, kesimpulan yang dihasilkan terbatas pada komunitas yang diteliti. Untuk lingkup kehidupan social yang lebih luas, kesimpulan tersebut hanya bertaku sebagai proposisi hipotetis.

3.3              Metode Pengumpulan Data
            Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrument wawancara dengan pendekatan survey terhadap masyarakat yang ada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. Tekhnik pengumpulan data primer dilakukan dengan peninjauan dan pengamatan langsung (observasi) disekitar pelabuhan perikanan. Data sekunder berupa kondisi geografis, demografis, keadaan social ekonomi masyarakat dilokasi dikumpulkan dari instansi terkait yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Banten, PPN Karangantu, ormas nelayan, akademisi serta instansi lain yang terkait dalam penelitian ini.
            Data yang dikumpulkan mencakup dampak adanya pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu terhadap social ekonomi masyarakat dan lingkungan perairan Karangantu. Kondisi social ekonomi masyarakat yang diamati mencakup perubahan tingkat pendapatan jika dibandingkan antara sebelum dan sesudah adanya perubahan status pelabuhan perikanan. Penetapan responden untuk masing-masing kelompok masyarakat tersebut dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling) dengan kriteris bahwa mereka memiliki mata pencaharian sebagai nelayan Karangantu dan atau disekitar pelabuhan.
            Kondisi ekonomi tersebut digambarkan melalui total pendapatan masing-masing kelompok masyarakat (nelayan, pedagang, pengolah ikan, buruh angkut ikan, padagang asongan, dsb) sebelum dan setelah adanya perubahan status pelabuhan yang diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana peabuhan perikanan. Pendapatan total terdiri atas pendapatan rata – rata perbulan pada saat sebelum dan setelah adanya peningkatan status pelabuhan perikanan.

3.4              Metode Analis Data
            Metode yang digunakan dalam analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis, dimana yang diuji adalah pendapatan dari berbagai kelompok masyarakat dengan kondisi masing-masing sebeluam dan sesudah adanya peningkatan status pelabuhan. Menurut Siegel 1997, hasil yang diperoleh dari uji ini dapat menunjukan ada atau tidaknya perbedaan rata-rata nilai pendapatan diantara kelompok masyarakat sekitar pelabuhan perikanan pada satu kelompok (group) data tertentu. Group tersebut menunjukan waktu sebelum dan sesudah adanya pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan. Metode lain yang digunakan menggunakan Uji t, dimana uji ini dilakukan untuk mengetahui dampak pembangunan pelabuhan terhadap pendapatan masyarakat sekitarnya. Setelah data terkumpul dilakukan pengujian menggunakan perangkat computer dan dianalisis menggunakan program statistic SYSTAT9.
            Untuk metode analisis yang digunakan dalam penentu perubahan lingkungan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan quisioner kepada masyarakat sebagai bahan masukan dalam pengolahan analisis sesuai dengan aspek-aspek lingkungan yang akan dikaji dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat  Jenderal Perikanan. 1994.  Petunjuk Teknis Pengelolaan  Pelabuhan             Perikanan. Direktorat Bina Prasarana. Direktorat  Jenderal Perikanan.         Departemen  Pertanian.  Jakarta.
Lubis E dan Sumiati.  2005. Pengembangan Industri Pengolahan Ikan Ditinjau            dari Produksi Hasil Tangkapan di PPN Palabuhanratu. Jurnal Marine             Fisheries  Vol.2 No.1 Mei 2011. Bogor.
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor       Per.50/Men/2011 Tentang Petunjuk             Teknis Penggunaan Dana Alikasi       Khusus Bidang Kelautan Dan Perikanan 2012.
Siegel. S. 1997.  Statistik  Non Parametrik Untuk  IImu-lImu  Sosial. PT            Gramedia. Jakarta.
Yusuf H, Moedikdjo K, Saeni MS, Nasution LI, 2005. Dampak Pembangunan   Pelabuhan Perikanan terhadap Penyerapan Tenaga  Kerja dan       Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus di Pelabuhan Perikanan             Lempasing Bandar Lampung). Buletin Ekonomi Perikanan. Bogor:         Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Departemen Sosial Ekonomi          Perikanan-Kelautan. Vol VI   Nomor 1. hlm 57-64.