Woyooo_Selamat Datang Brada 'n Sista Di Blog Willy Archipelago_Willy-Archipelago.Blogspot.com_Semoga Bermanfaat Untuk Anda_Salam Bahari

Kamis, 17 Mei 2012

Laporan Praktikum Mata Kuliah Fisio Reproduksi Pengambilan Hipofisa Dan Pengawetan


Laporan Praktikum Mata Kuliah Fisio Reproduksi
Pengambilan Hipofisa Dan Pengawetan






















disusun oleh
Brilyan Hidayat Purnomo
4443091064




JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012























----------


Kata Pengantar



              Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan praktikum Fisio Reproduksi yang berjudul “Seksualitas Ikan” ini dapat diselesaikan.
              Laporan ini disusun berdasarkan praktikum yang sebelunya telah dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perairan Jurusan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan menggunakan dua jenis preparat. Yakni ikan mas dan ikan lele. Ke-2 jenis ikan-ikan tersebut diamati secara seksama untuk mendapatkan hasil seobjektif mungkin.
              Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para assisten praktikum biologi perikanan yang telah memberikan arahan ketika melakukan praktikum tersebut.
              Tidak ada gading yang tak retak oleh karena itu penulis menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan dalam penulisan untuk masa akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat dan berguna.

.

                                                                                    Serang, 2 Mei 2012


                                                                                    Penulis





Daftar Isi


Kata Pengantar............................................................................................... 1
Daftar Isi........................................................................................................ 2
BAB I. Pendahuluan...................................................................................... 3
     1.1 Latar Belakang.................................................................................... 3
     1.2 Tujuan.................................................................................................. 4         
BAB II Hasil Praktikum................................................................................ 5         
Daftar Pustaka................................................................................................ 8         






















BAB I
 PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
              Pembenihan adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan. Pembenihan inimerupakan salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harusdapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yangtepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan induk dan larva yang dihasilkanmelalui pembenihan yang baik dan berkualitas.
              Pembenihan dengan ikut campur tangan manusiaatau fertilisasi buatan sudah dapat dilakukan pada berbagai jenis ikan, khususnya bagi ikan yang penjualannya tinggi di pasaran diantaranya komoditas ikan air tawar seperti lele, nila, guramidan lain-lain.Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin.Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenangair.
              Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Padasiang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Suyanto, 1991). Sehingga pemijahan ikan ini terkendala akanmusim, untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuai dengan waktu akansulit terpenuhi.Salah satu cara mengatasi masalah di atas dapat dengan pemijahan buatan pada ikan lele.Pemijahan buatan dapat dengan pemberian hormon. Pemberian hormon ini akan membantufertilisasi ikan tanpa perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuaikeinginan.
              Oleh karena itu praktikum tekhnologi pembenihan ikan ini sangat diperlukan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam mengetahui teknik-teknik dan hal-hal yang perludiperhatikan dalam pembenihan ikan. mulai dari seksualitas primer dan sekunder ikan, teknik  pembuatan ekstraksi kelenjar pituitary, teknik fertilisasi buatan hingga pada penanganan dan perkembangan telur.

1.2 Tujuan
              Adapun tujuan dari praktikum diharapkan agar praktikan dapat mengambil kelenjar hipofisa yang terdapat di dalam kepala ikan preparat dengan baik dan benar serta mengawetkannya.

























BAB II
HASIL PRAKTIKUM


              Hipofisa adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang sfenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh hormon yaitu GH, ACTH, TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. (budiyanto, 2002) Hipofisa terletak dibawah otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus diambil adalah mengeluarkan otak                   
              Hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjar hipofisa. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikkan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dibiakkan. Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan, mengandung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovalusi dan pemijahan (Milne, 1999).
              Kelenjar hipofisa mempunyai peran yang sangat penting, dimana kelenjar yang dihasilkan berupa hormon yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan. Kerusakan dalam pengambilan ekstrak hormon mengakibatkan hormon tersebut tidak berfungsi. Hormon yang berpengaruh dalam pemijahan ikan adalah gonadotropin yang berfungsi dalam pematangan gonad dan mengontrol ekskresi hormon yang dihasilkan oleh gonad (Hurkat dan Mathur, 1986). Menurut Budiyanto (2002), Hipofisa adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang sfenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh hormon yaitu GH, ACTH, TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. Hipofisa terletak dibawah otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus diambil adalah mengeluarkan otak.
              Menurut Sumantadinata (1983), ikan betina matang kelamin dicirikan dengan perut yang relatif membesar dan lunak bila diraba, serta dari lubang genital keluar cairan jernih kekuningan, naluri gerakan lambat, postur tubuh gemuk, warna tubuh kelabu kekuningan dan lubang kelamin berbentuk bulat telur dan agak melebar serta agak membengkak. Ciri ikan jantan yang sudah matang kelamin antara lain mudah mengeluarkan milt perutnya diurut, naluri gerakan lincah, postur tubuh dan perut raming warna tubuh kehijauan dan kadang gelap, lubang kelamin agak menonjol serta sirip dada kasar dan perutnya keras.

Kelebihan dan Kekurangan Hipofisasi
              Kelebihan dari hormon hipofisa adalah hormon ini bisa disimpan dalam waktu lama sampai dua tahun. Penggunaan hormon ini juga relatif mudah (hanya membutuhkan sedikit alat dan bahan), tidak membutuhkan refrigenerator dalam penyimpanan, dosis dapat diperkirakan berdasar berat tubuh donor dan resepien, adanya kemungkinan terdapat hormon hormon lain yang memiliki sifat sinergik.
              Kekurangan dari teknik hipofisasi adalah adanya kemungkinan terjadi reaksi imunitas (penolakan) dari dalam tubuh ikan terutama jika donor hipofisa berasal dari ikan yang berbeda jenis, adanya kemungkinan penularan penyakit, adanya hormon hormon lain yang mungkin akan merubah atau malah menghilangkan pengaruh. Efek dosis yang lebih tinggi terbukti akan menyebabkan makin cepatnya masa laten Pemijahan. Hal ini diduga berhubungan dengan meningkatnya konsentrasi 17 α, 20 β.
              Dalam pengawetan kelenjar hipofisa ada dua metode yang biasa dilakukan dalam mengawetkan kelenjar hipofisa yaitu metode kering dan metode basah. Metode kering dilakukan dengan menggunakan larutan aseton. Kelenjar hipofisa direndam dalam larutan aseton selama 8-12 Jam, kemudian larutan aseton dibuang dan kelenjar hipofisa dikeringkan lalau disimpan. (Susanto, 2001)
              Metode basah digunakan dengan larutan alkohol pekat. Kelenjar hipofisa dimasukan dalam larutan alkohol selama 24 jam. Dalam proses perendaman alkohol diganti selama 2-3 kali. Setelah 24 jam kelenjar hipofisa dibiarkan terendam larutan alkohol sampai akan digunakan. (susanto, 2001)
              Dalam aplikasi di lapangan, pengambilan kelenjar hipofisa pada ikan lele di utamakan yang berjenis kelamin jantan dengan pembedahan pada bagian kepala.



































Daftar Pustaka


Budiyanto. 2002. Pengaruh Penyuntikan Ekstraks Kelenjar Hipofisa Ikan Patin                              Terhadap Laju Pertumbuhan Harian Ikan Koi yang Dipelihara Dalam                                  Sistem Resirkulasi. (Skripsi tidak dipublikasikan). Bogor: Program                                Studi Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikananan dan Ilmu Kelautan

Hurkat dan Mathur. 1986. Text Book of Animal Physiology. S. Clark Ltd, New                            Delhi.

Milne, L.J. 1999. Animal Zoology. Prentice Hall Inc, New Jersey.

Susanto, H. 2001. Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis. Jakarta : Penebar                                      Swadaya

Sumantadinata, K. 1983. Pengembangan Ikan-Ikan Pemeliharaan di Indonesia.                              Sastra Budaya, Jakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar