Laporan
Praktikum Mata Kuliah Fisio Reproduksi
Pengambilan
Hipofisa Dan Pengawetan
disusun
oleh
Brilyan
Hidayat Purnomo
4443091064
JURUSAN
PERIKANAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012
----------
Kata Pengantar
Puji
syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya sehingga laporan praktikum Fisio Reproduksi yang berjudul “Seksualitas
Ikan” ini dapat diselesaikan.
Laporan
ini disusun berdasarkan praktikum yang sebelunya telah dilaksanakan di
Laboratorium Pengolahan Hasil Perairan Jurusan Perikanan Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa dengan menggunakan dua jenis preparat. Yakni ikan mas dan ikan
lele. Ke-2 jenis ikan-ikan tersebut diamati secara seksama untuk mendapatkan
hasil seobjektif mungkin.
Tidak
lupa saya ucapkan terima kasih kepada para assisten praktikum biologi perikanan
yang telah memberikan arahan ketika melakukan praktikum tersebut.
Tidak
ada gading yang tak retak oleh karena itu penulis menyadari bahwa laporan
praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan dalam penulisan
untuk masa akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat dan berguna.
.
Serang,
2 Mei 2012
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar............................................................................................... 1
Daftar Isi........................................................................................................ 2
BAB I. Pendahuluan...................................................................................... 3
1.1
Latar Belakang.................................................................................... 3
1.2
Tujuan.................................................................................................. 4
BAB II Hasil Praktikum................................................................................ 5
Daftar Pustaka................................................................................................ 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembenihan
adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan. Pembenihan
inimerupakan salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan
dibudidayakan harusdapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi
budidaya dapat berkelanjutan.Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam
jumlah yang memadai dan waktu yangtepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan
penanganan induk dan larva yang dihasilkanmelalui pembenihan yang baik dan
berkualitas.
Pembenihan dengan ikut campur tangan manusiaatau
fertilisasi buatan sudah dapat dilakukan pada berbagai jenis ikan, khususnya
bagi ikan yang penjualannya tinggi di pasaran diantaranya komoditas ikan
air tawar seperti lele, nila, guramidan lain-lain.Lele merupakan jenis ikan konsumsi
air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin.Habitatnya di sungai dengan
arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenangair.
Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak
mencari makanan pada malam hari. Padasiang hari, ikan lele
berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada
musim penghujan ( Suyanto, 1991). Sehingga pemijahan ikan ini terkendala
akanmusim, untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuai
dengan waktu akansulit terpenuhi.Salah satu cara mengatasi masalah di atas
dapat dengan pemijahan buatan pada ikan lele.Pemijahan buatan dapat dengan
pemberian hormon. Pemberian hormon ini akan membantufertilisasi ikan tanpa
perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuaikeinginan.
Oleh karena itu praktikum tekhnologi pembenihan
ikan ini sangat diperlukan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam
mengetahui teknik-teknik dan hal-hal yang perludiperhatikan dalam pembenihan
ikan. mulai dari seksualitas primer dan sekunder ikan,
teknik pembuatan ekstraksi kelenjar pituitary, teknik fertilisasi
buatan hingga pada penanganan dan perkembangan telur.
1.2 Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum diharapkan agar praktikan dapat mengambil kelenjar
hipofisa yang terdapat di dalam kepala ikan preparat dengan baik dan benar
serta mengawetkannya.
BAB II
HASIL PRAKTIKUM
Hipofisa
adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam
tulang sfenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh hormon yaitu
GH, ACTH, TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. (budiyanto, 2002) Hipofisa terletak
dibawah otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus
diambil adalah mengeluarkan otak
Hipofisasi
merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi
kelenjar hipofisa. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikkan suspensi
kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dibiakkan. Kelenjar hipofisa ini
terletak di bawah otak sebelah depan, mengandung hormon gonadotropin yang berfungsi
untuk mempercepat ovalusi dan pemijahan (Milne, 1999).
Kelenjar
hipofisa mempunyai peran yang sangat penting, dimana kelenjar yang dihasilkan
berupa hormon yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan.
Kerusakan dalam pengambilan ekstrak hormon mengakibatkan hormon tersebut tidak
berfungsi. Hormon yang berpengaruh dalam pemijahan ikan adalah gonadotropin
yang berfungsi dalam pematangan gonad dan mengontrol ekskresi hormon yang
dihasilkan oleh gonad (Hurkat dan Mathur, 1986). Menurut Budiyanto (2002),
Hipofisa adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu
lekukan dalam tulang sfenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh
hormon yaitu GH, ACTH, TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. Hipofisa terletak dibawah
otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus diambil
adalah mengeluarkan otak.
Menurut
Sumantadinata (1983), ikan betina matang kelamin dicirikan dengan perut yang
relatif membesar dan lunak bila diraba, serta dari lubang genital keluar cairan
jernih kekuningan, naluri gerakan lambat, postur tubuh gemuk, warna tubuh
kelabu kekuningan dan lubang kelamin berbentuk bulat telur dan agak melebar
serta agak membengkak. Ciri ikan jantan yang sudah matang kelamin antara lain
mudah mengeluarkan milt perutnya diurut, naluri gerakan lincah, postur tubuh
dan perut raming warna tubuh kehijauan dan kadang gelap, lubang kelamin agak
menonjol serta sirip dada kasar dan perutnya keras.
Kelebihan dan Kekurangan Hipofisasi
Kelebihan
dari hormon hipofisa adalah hormon ini bisa disimpan dalam waktu lama sampai
dua tahun. Penggunaan hormon ini juga relatif mudah (hanya membutuhkan sedikit
alat dan bahan), tidak membutuhkan refrigenerator dalam penyimpanan, dosis
dapat diperkirakan berdasar berat tubuh donor dan resepien, adanya kemungkinan
terdapat hormon hormon lain yang memiliki sifat sinergik.
Kekurangan
dari teknik hipofisasi adalah adanya kemungkinan terjadi reaksi imunitas
(penolakan) dari dalam tubuh ikan terutama jika donor hipofisa berasal dari ikan
yang berbeda jenis, adanya kemungkinan penularan penyakit, adanya hormon hormon
lain yang mungkin akan merubah atau malah menghilangkan pengaruh. Efek dosis
yang lebih tinggi terbukti akan menyebabkan makin cepatnya masa laten
Pemijahan. Hal ini diduga berhubungan dengan meningkatnya konsentrasi 17 α, 20
β.
Dalam
pengawetan kelenjar hipofisa ada dua metode yang biasa dilakukan dalam
mengawetkan kelenjar hipofisa yaitu metode kering dan metode basah. Metode
kering dilakukan dengan menggunakan larutan aseton. Kelenjar hipofisa direndam
dalam larutan aseton selama 8-12 Jam, kemudian larutan aseton dibuang dan
kelenjar hipofisa dikeringkan lalau disimpan. (Susanto, 2001)
Metode
basah digunakan dengan larutan alkohol pekat. Kelenjar hipofisa dimasukan dalam
larutan alkohol selama 24 jam. Dalam proses perendaman alkohol diganti selama
2-3 kali. Setelah 24 jam kelenjar hipofisa dibiarkan terendam larutan alkohol
sampai akan digunakan. (susanto, 2001)
Dalam
aplikasi di lapangan, pengambilan kelenjar hipofisa pada ikan lele di utamakan
yang berjenis kelamin jantan dengan pembedahan pada bagian kepala.
Daftar Pustaka
Budiyanto. 2002. Pengaruh Penyuntikan Ekstraks
Kelenjar Hipofisa Ikan Patin Terhadap
Laju Pertumbuhan Harian Ikan Koi yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi. (Skripsi tidak
dipublikasikan). Bogor: Program Studi
Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikananan dan Ilmu Kelautan
Hurkat dan Mathur. 1986. Text Book of Animal
Physiology. S. Clark Ltd, New Delhi.
Milne, L.J. 1999. Animal Zoology. Prentice Hall
Inc, New Jersey.
Susanto, H. 2001. Teknik Kawin Suntik Ikan
Ekonomis. Jakarta : Penebar Swadaya
Sumantadinata, K. 1983. Pengembangan Ikan-Ikan
Pemeliharaan di Indonesia. Sastra
Budaya, Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar